Sabtu, 24 Oktober 2009

Sepenggal Cerita “Saya” dan “Masyarakat ACEH” Tentang Life Skill dalam Mengemban Misi Pendidikan dari PLSP di NAD

Oleh: Syaiful Ahdan, S.Kom

Ini adalah cerita yang sudah berlalu sekitar 5 tahun yang lalu, dimana pada saat itu kita digemparkan dengan Tragedi yang sangat memukul masyarkat dunia khususnya bangsa Indonesia, tragedi Tsunami yang merenggut nyawa ratusan ribu orang, membuat seluruh masyarakat dunia terketuk untuk mengarah sejenak ke Indonesia Bagian Timur, Nangroe Aceh darusallam, pada saat itu kami yang terdiri dari 4 orang antara lain :Mahathir Muhammad, Syaiful Ahdan, Wisudawan Utama, Agung yang diutus untuk mengemban misi pendidikan dari pihak kampus Perguruan Tinggi Teknokrat yaitu Bpk. Nasrullah Yusuf, SE ,MBA. untuk berangkat ke Nangroe Aceh Darusallam, dari tim kecil yang terbentuk mewakili akademisi pendidikan di Lampung, kami terbentuk tim gabungan dari beberapa daerah seperti Jakarta dan yang lainnya tergabung dalam Satgas Pendidikan utusan PLSP (Pendidikan Luar Sekolah & Pemuda), yang sekarang PNF (Pendidikan Non Formal).

Setelah kami tiba di NAD, Kami di sambut oleh Tim Satgas Pendidikan antara Lain : Bpk.Tata Sumitra, dan teman –teman lainnya seperti Saudara Wawan, Ibra, Delon, Komarudin. kami tinggal dilokasi yang tidak jauh dari kejadian tsunami yaitu desa lamlagang, kami diberikan tanggung jawab untuk menjadi Instruktur Komputer, ada beberapa titik lokasi yang menjadi bagian tanggung jawab kami antara lain : desa lamlagang, lambaro dan masih ada beberapa desa yang menjadi titik lokasi tanggung jawab kami, tapi terus terang saya lupa nama desa tersebut, karena sangat asing bagi saya untuk menghafalnya dan lagi sudah lima tahun berlalu.

Kami memiliki fasilitas laboratorium yang kami dapatkan dari bantuan PLSP dan laboratorium tersebut tersebar di beberapa titik strategis antara salah satunya adalah di desa lamlagang dimana tempat kami tinggal. Target peserta didik kami adalah para masyarakat yang putus sekolah lebih spesifik lagi adalah masyarakat yang terkena musibah tsunami, tujuan dari kami memberikan keterampilan kecakapan hidup bukan semata-mata hanya menuntut mereka agar belajar maksimal. Tetapi memberikan pendidikan yang bersifat Edutaiment agar mengembalikan semangat mereka dan menambah motivasi agar memiliki semangat untuk bangkit untuk lebih memaknai arti kehidupan. Sehingga mereka tidak lagi memikiran bagaimana kesedihan yang mereka alami, melainkan belajar dan berjuang guna membangun daerah mereka.
Proses pembelajaran di lingkungan dimana tempat kami tinggal, dimulai dari jam 10 :00 sampai dengan jam 21:00, sehingga kami harus membagi tugas dan tanggun jawab. Ada 5 orang instruktur secara bergantian dalam 1 hari, Pelatihan Komputer yang kami ajari adalah : Program Aplikasi Ms.Office, Program Teknisi Komputer, Trouble Shooting Hardware Software. Selain mengajar kami memiliki waktu-waktu senggang, yang kami manfaatkan untuk bergaul dengan masyarakat aceh, dan melihat lokasi-lokasi tempat terjadinya tsunami.

Kami berada di aceh kurang lebih 30 hari, yang nantinya kami harus bertukar posisi dengan angkatan berikutnya, banyak kemajuan yang kami perhatikan khususnya bagi peserta didik, mulai dari kemampuan teknis apa yang mereka pelajari, sampai dengan masalah emosional mereka yang mulai stabil, warga belajar yang mayoritas dari penduduk putus sekolah mulai dari anak anak sampai dengan orang dewasa, bahkan ada seorang dosen yang juga mengikuti pelatihan tersebut kalau tidak salah namanya pak … aduh sudah lupa saya … oh ya bapak Irwansyah dosen Ekonomi dari Universitas Syahkuala, (semoga sampai saat ini ia diberikan kesehatan oleh allah swt) dan juga untuk teman-teman dari aceh lainnya yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu… semoga kalian dapat melewati ujian ini.
Sekarang Aceh sudah semakin maju, saya bisa tau dengan melihat di siaran televisi , pembangunan yang makin hari semakin bertambah, semoga membuat masyarakat aceh dapat maju dan tetap menjadi “Serambi Mekah”… dan semoga apa yang kami berikan akan bermanfaat untuk teman-teman dan untuk Nangroe Aceh Darusallam.

Rabu, 16 September 2009

Dongeng PAUD : Si Dogi dan Si Ciko yang Sombong, Malas & Bodoh

Oleh: Audy O.A. Walangko
Juara 1 Jambore PTK-PNF 2008 Tutor PAUD Sulawesi Utara


Ada Suatu Kerajaan bernama FAUNA, yang diperintah oleh Raja Lion. Sang raja adalah seekor singa yang arif dan bijaksana. Di kerajaan ini penduduknya adalah binatang. Di situ, hiduplah seekor anjing yang bernama dan seekor ayam yang bernama Ciko,yang mempunyai cara hidup yang berbeda. Si dogi kalau mau tidur baru pada tengah malam, dan suka bangun kesiangan, sedangkan si ciko suka cepat tidur, dan suka bangun pagi (subuh),Mengapa demikian….? O ternyata Dogi adalah seekor anjing yang sangat sombong. Dia suka mempertontonkan kumisnya yang panjang setiap kai berjalan melewati jalan-jalan di desa. Dia juga sering berteriak supaya semua penduduk melihat kepadanya sambil menarik-narik kumisnya. Selain itu, dogi kalau sudah kenyang sering tidur-tiduran . ia anjing yang malas atau tidak mau belajar, sehingga penduduk desa menjuluki Dogi “ANJING YANG MALAS”. Tidak heran kalau dogi itu bodoh.

Sedangkan si Ciko adalah seekor ayam yang mempunyai suara merdu dan mempunyai bulu yang indah. Tetapi sayang, ayam juga tidak kalah sombongnya. Dia sering kali memperdengarkan suaranya di desa tersebut tanpa melihat waktu yang tepat sampil mengepak-ngepak sayapnya saking sombongnya. Ciko juga ayam yang malas. Tidak heran kalau Ciko pun bodoh.Kesombongan kedua hewan ini sampai di telinga sang raja, sehingga raja memanggil keduanya untuk menghadap. Raja Lion pun memerintahkan untuk menghukup keduanya dengan cambuk. Akibatnya, dogi dan ciko berteriak kesakitan ketika dipukul, bahkan kumis dogi dicukur.

Selain itu, dogi dan Ciko juga dimasukan ke dalam Pendidikan Non Formal hewan yang mengajarkan keduanya agar tidak sombong, setiap mahluk hidup diberi kelebihan oleh tuhan. Oleh karena itu harus digunakan untuk menolong orang lain.
Sesudah itu mereka diajarkan tidak boleh malas. Merke harus rajin agar menjadi pintar dan berguna di masa depan. Merekapun meulai bejar dengan tekun. Karena keduanya diajarkan sedemikian rupa oleh guru yang sabar dan tekun, maka jadilah Dogi dan CIko yang tidak sombong, tidak malas, dan mereka pun menjadi pintar.
Ketika raja Lion mendengar hal itu, maka Raja mengutus keduanya untuk pergi ke Kerajaan Manusia, agar menjadi hewan yang dapat membantu manusia. Mereka pun pergi, dan di tengah jalan keduanya membagi tugas masing-masing. Dogi mengingatkan harus segera tidur. Dogi juga menjaga rumah tuannya dari orang jahat, sedangkan Ciko membangunkan anak-anak dari tidur pada subuh, agar kalau mau ke sekolah tidak terlambat, selain itu, telur ayamnya juga bias dimakan dan sangat bergizi bagi manusia.Betapa senangnya Dogi dan Ciko dapat menjadi hewan yang bermanfaat bagi manusia dan anak-anak.
SEKIAN



profile saya

nama : ayu chylvia
alamat : kedondong
ttl : kedondong 05-03-1991
hoby : listening music